Kitab Qomi'uttughyan Karya Syekh Nawawi Al-Bantani Sebagai Alat Ukur Keimanan
Syekh Nawawi Bin Umar dari tanara Serang Banten, seorang ulama yang produktif dalam menyusun karya-karya keilmuan islam, seorang ulama asal banten yang bertaraf internasional. Beliau adalah Imam di Masjidil Haram dan berdomisili di Mekkah hingga wafatnya pada tahun 1314 H/1897 M. Beliau di juluki Sayid Ulama Hijaz atau penghulu ulama hijaz, karena keilmuannya dan kesholihannya. Dijuluki pula An-Nawawi Tsani ( Nawawi Yang Kedua ) setelah Imam Muhyiddin Syarof An-Nawawi Ad-Dimasyqi ulama yang sangat masyhur di abad ke 7 Hijriyah.
Karya-karya nya populer di dunia islam seperti Marroh Labid Fii Kasyfi Ma’anil Quranil Majid atau dikenal juga dengan Tafsir Munir. Beliau pula menjadi guru para ulama nusantara yang belajar di Mekkah seperti KH. Hasyim Asy’ari, KH. Ahmad Dahlan, Syekh Mahfud Termas, KH. Mas Abdurrohman, Syekh Asnawi Caringin Banten, Mama Bakri Sempur dan lain-lain.
Salah satu karya beliau yang populer dan banyak dikaji di Pesantren-pesantren yaitu kitab Qomi’ut Tughyan ( Pemukul Kedurhakaan ), kitab yang menjelaskan tentang cabang-cabang iman. Selain 6 rukun Iman yang fundamental, ternyata ada pula cabang-cabang Iman yang berjumlah 77.
Isi dari kitab ini berbentuk nadzam berikut penjelasannya ,yang diambil dari bait-bait cabang iman Syekh Zainudin Bin Ali Ahmad As-Syafi’I Al-Kuusyini.
Kitab ini menjelaskan rincian-rincian dari 77 cabang iman tersebut yang berdasar pada salah satu hadits Nabi Muhammad SAW, dari Abu Hurairah RA Rasululullah SAW bersabda:
Iman itu terbagi pada 77 cabang, dan yang paling utamanya adalah ucapan Laa Ilaha Illallah, dan yang paling rendahnya adalah menyingkirkan gangguan dari jalan, dan malu adalah cabang dari iman”. ( Muttafaq Alaih )
Dari hadits tersebut dapat kita pahami bahwa menyingkirkan gangguan di jalan saja seperti menyingkirkan paku, batu yang dapat membahayakan orang yang lewat ternyata termasuk ke dalam salah satu cabang iman, dan suatu perilaku yang menjadi ciri orang beriman.
Dengan mengenal cabang-cabang keimanan yang berjumlah 77 ini, maka kita dapat meraba diri sudah sejauh mana keimanan kita. Kita dapat menceklis rincian cabang iman mana yang sudah teramalkan. Meskipun pada dasar nya iman manusia itu sifatnya dinamis selalu bertambah dan berkurang, namun cabang-cabang iman ini dapat menjadi rambu-rambu dan motivasi di dalam menjaga stabilitas keimanan kita.
Tulisan Lainnya
Peringatan Isra Mi'raj Nabi Muhammad SAW 1444 H Di YPPP Nurul Falah
Sabtu 18 Desember 2023 civitas akademika YPPP Nurul Falah pasir malang menyelenggarakan peringatan Isra Mi'raj Nabi Muhammad SAW 1444 H. Acara ini bersifat internal yang meliputi para s
Menyusun Best Practices ( Oleh: Peni Apriyanti, S.Pd. )
LK 3.1 Menyusun Best Practices Menyusun Cerita Praktik Baik (Best Practice) Menggunakan Metode Star (Situasi, Tantangan, Aksi, Refleksi Hasil Dan Dampak) Terkait Pengalaman Me
Opening ceremony 17 agustus di YPPP Nurul Falah
Opening ceremony adalah upacara pembukaan. Acara ini diselenggarakan di YPPP Nurul Falah untuk upacara pembukaan HUT RI ke-77 sekaligus harlah NF ke-24. Sambutan dari ustad Aang S.Pd.I
Memperingati hari kemerdekaan YPP nurul falah pasirmalang gelar lomba
Perayaan hari ulang tahun kemerdekaan Indonesia dirayakan setiap tahun. Hal ini tentu membuat YPP Nurul Falah para santri dan siswa menggelar lomba. Pada Sabtu 13 Agustus untuk
MOSBA ( Masa Orientasi Santri Baru )
Minggu 03 Juli 2022 adalah awal kedatangan santri baru Nurul Falah. Pada esok harinya senin 04 Juli 2022 para santri baru mulai melaksanakan masa orientasi pengenalan lingkungan pondok

